Kasus keracunan siswa yang diduga terjadi setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, kini telah mencapai 77 orang. Data dari Dinas Kesehatan SBD menunjukkan peningkatan dua orang dari total 75 siswa yang sebelumnya dilaporkan mengalami keracunan. Para siswa yang terkena dampak berasal dari tiga sekolah tingkat SMA/SMK di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan SBD, Yulianus Kaleka, menjelaskan bahwa dari total 77 siswa yang mengalami keracunan, sebanyak 53 siswa berasal dari SMK Negeri 1 Kota Tambolaka, 17 siswa dari SMK Don Bosco, dan 7 siswa dari SMK Negeri 2 Kota Tambolaka. Semua siswa yang terkena keracunan telah dipulangkan dari berbagai fasilitas kesehatan karena kondisinya telah membaik dan menjalani perawatan jalan.
Yulianus juga menambahkan bahwa dari hasil diagnosa sementara, dugaan keracunan yang dialami siswa itu disebabkan oleh ikan yang termasuk dalam menu Makanan Bergizi Gratis yang dikonsumsi pada Rabu. Gejala yang dirasakan oleh siswa termasuk pusing, sakit perut, mual, muntah, diare, pingsan, sakit kepala, dan gatal-gatal. Meskipun dugaan tersebut masih perlu bukti lanjutan, tes sampel telah diambil dan akan dilakukan penyelidikan epidemiologi di Kupang.
Pihak berwenang masih terus menyelidiki penyebab pasti keracunan siswa ini dan memberikan perawatan yang diperlukan. Upaya pencegahan dan pengawasan lebih lanjut diharapkan dapat dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

