Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berhasil mengungkap kasus beras oplosan bermerek SPHP milik Perum Bulog yang dilakukan oleh seorang pelaku berinisial R di Kota Pekanbaru. Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyebut, pelaku merupakan pemain lama di dunia distribusi beras di Riau, dan telah menjalankan dua modus curang untuk memperoleh keuntungan berlipat. Herry menjelaskan, modus pertama yang dilakukan pelaku yakni mencampur beras medium dengan beras reject, kemudian dikemas ulang ke dalam karung beras SPHP berukuran 5 kilogram dan dijual ke pasaran dengan harga Rp13.000 per kilogram, padahal modalnya hanya sekitar Rp6.000 hingga Rp8.000. Modus kedua, pelaku membeli beras kualitas rendah dari wilayah Pelalawan dan mengemasnya ulang dalam karung-karung bermerek premium. Menurut Herry, tindakan ini mencederai niat baik pemerintah dalam program SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan. Sementara itu, Barang bukti yang diamankan di antaranya 79 karung beras SPHP kemasan 5 kilogram berisi beras oplosan, 4 karung bermerek lain yang juga diisi beras ladang, 18 karung kosong SPHP, satu unit timbangan digital, satu unit mesin jahit, 12 gulung benang jahit, dan dua buah mangkok. Penyidik saat ini masih melakukan perhitungan detail serta pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Semua modus yang dilakukan pelaku merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan akan dijerat dengan Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf e dan f, serta Pasal 9 ayat (1) huruf d dan h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kombes Ade Kuncoro dari Ditreskrimsus Polda Riau memastikan bahwa penyidikan terhadap kasus ini sedang berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain dalam jaringan distribusi beras curang ini. Aksi pelaku ini tidak hanya merugikan konsumen tapi juga merusak program pemerintah yang bertujuan untuk memastikan pasokan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Masyarakat diharapkan untuk waspada terhadap modus penipuan semacam ini guna menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Share
- Advertisement -
Baca Lainnya

