Thursday, March 5, 2026

Prabowo Criticizes Neoliberal Economics: No Wealth Trickling Down

Share

- Advertisement -

Dalam pidatonya pada peringatan ulang tahun ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Rabu malam (23 Juli), Presiden Indonesia saat ini, Prabowo Subianto, mengeluarkan kritik tajam terhadap teori ekonomi neoliberal. Ia menyatakan bahwa keyakinan lama bahwa kekayaan yang terkonsentrasi di kalangan atas akan “menetes” ke masyarakat luas adalah sebuah mitos yang tidak pernah terwujud.

Prabowo menegaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 sebenarnya sangat sederhana tetapi jelas menetapkan landasan untuk menjaga dan melindungi negara. Presiden mengungkapkan bahwa negara seharusnya hadir untuk memastikan rakyat merasa aman, sejahtera, tanpa kemiskinan atau kelaparan.

Ia juga menyoroti nilai-nilai demokrasi yang penting, namun menekankan bahwa nilai-nilai tersebut tidak memiliki arti jika warga masih mengalami kesulitan dasar.

Prabowo menegaskan bahwa semangat ekonomi sejati dari Pembukaan UUD 1945 tercermin dalam Pasal 33, yang menyerukan ekonomi yang dibangun dengan prinsip kerjasama dan solidaritas keluarga, bukan konglomerasi perusahaan.

Presiden Prabowo menolak konsep ekonomi neoliberal yang membenarkan ketimpangan dengan asumsi bahwa kekayaan yang dihasilkan oleh golongan kaya akhirnya akan menguntungkan semua orang melalui efek menetes.

Dalam visinya yang lebih luas untuk memperkuat ekonomi yang berorientasi pada rakyat, Prabowo menegaskan komitmennya terhadap kebijakan ekonomi inklusif dan menolak model-model yang memperpetuasi ketimpangan. Hal ini sejalan dengan semangat untuk melayani semua warga negara, bukan hanya golongan elit.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru