Setelah ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi terborgol di Cisauk, Kabupaten Tangerang, APSD (22) meninggalkan jeritan histeris “Bunda, aku minta tolong!” sebagai kata-kata terakhirnya. Fakta mengerikan terungkap dalam rekonstruksi yang diadakan oleh Polda Metro Jaya, menggambarkan betapa sadis dan terencana aksi para pelaku. Rekonstruksi tersebut menampilkan 75 adegan yang menggambarkan detik-detik korban dijebak, disekap, diperkosa, hingga akhirnya dibunuh secara brutal.
Pelaku utama dengan inisial RRP (19) mengundang korban ke rumahnya dengan dalih membayar utang, namun sebenarnya membawa niat untuk menghabisi korban. Tak sendirian, RRP melibatkan dua rekan, IF (21) dan AP (17), dalam aksi keji tersebut. Korban mencoba melarikan diri, namun akhirnya dibekap dan nyawanya direnggut setelah teriakan genting “Bunda, aku minta tolong!” terdengar.
Ketiga pelaku kemudian memborgol dan diduga memperkosa korban secara bergiliran sebelum menusuk dan menghantamnya dengan batu besar hingga tewas. Mereka berusaha menghilangkan jejak dengan menutup jasad korban dengan tanaman liar, serta membawa kabur motor dan ponsel korban. Rekonstruksi dilakukan untuk mengungkap keseluruhan peristiwa tragis tersebut, dengan total 75 adegan yang diperagakan oleh pihak kepolisian.

