Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan perlunya tindak lanjut dan evaluasi terkait penyediaan Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah insiden keracunan yang dialami oleh siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang. Menyusul kejadian ini, Christian Widodo menekankan pentingnya penyelidikan atas makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal.
Kejadian itu terjadi ketika sebanyak 200 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis pada tanggal 21 Juli. Christian Widodo mengatakan bahwa pihak terkait tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab keracunan yang menyebabkan gejala seperti pusing, sakit perut, sakit kepala, mual, dan muntah pada para siswa.
Jika penyebab keracunan terbukti berasal dari Makan Bergizi Gratis, Christian Widodo menegaskan bahwa pihak penyedia, seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Meskipun demikian, Christian Widodo mengklaim belum mengetahui dengan pasti tentang pihak yang menyediakan MBG untuk para siswa di SMP Negeri 8 Kupang.
Dalam upaya menangani kasus ini, Christian Widodo berjanji akan memanggil penanggung jawab SPPG jika terbukti bahwa keracunan berhubungan dengan makanan dalam Makan Bergizi Gratis yang diberikan pada tanggal 21 Juli. Yang terpenting dalam hal ini adalah penanganan medis yang diberikan kepada para siswa yang mengalami keracunan tersebut.

