Wednesday, October 14, 2026

Project Meridian Pentagon: Taktik Canggih Perang Masa Depan

Share

- Advertisement -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat meluncurkan Project Meridian, sebuah kajian khusus untuk memetakan perubahan pola peperangan di masa depan sekaligus menentukan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan militer AS. Pentagon menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari upaya mempertahankan keunggulan teknologi pertahanan negara tersebut.

Mengkaji medan tempur masa depan

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Project Meridian akan berfokus pada pengembangan serta penerapan sistem dan teknologi yang diperlukan dalam menghadapi konflik masa depan. Cakupan kajiannya dirancang luas, mulai dari operasi di lingkungan bawah tanah yang dalam hingga aktivitas di ruang angkasa di luar bulan.

Menurut Pentagon, tim proyek akan mempelajari perubahan yang diperkirakan terjadi di medan tempur. Kajian tersebut juga akan digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan yang harus dipersiapkan angkatan bersenjata Amerika Serikat agar dapat merespons bentuk peperangan yang terus berubah.

Project Meridian berada di bawah pengawasan Emil Michael, pejabat senior teknologi Pentagon. Elon Musk, Palmer Luckey, dan Newt Gingrich ditunjuk sebagai pemimpin bersama proyek itu.

Keterlibatan ketiga tokoh tersebut mencakup latar belakang industri teknologi, sektor pertahanan, dan politik. Musk merupakan CEO SpaceX, perusahaan yang memiliki berbagai kontrak dengan Pentagon. Luckey adalah salah satu pendiri Anduril Industries, perusahaan yang mengembangkan sistem otonom dan teknologi pertahanan. Adapun Gingrich merupakan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Melibatkan akademisi dan pakar keamanan

Pentagon tidak hanya mengandalkan pejabat pemerintah dan tokoh industri dalam kajian ini. Project Meridian juga melibatkan para ahli dari bidang akademik, teknologi, keamanan nasional, dan kebijakan publik.

Para pakar tersebut akan membantu menilai tantangan yang mungkin muncul dalam peperangan masa depan. Penilaian itu mencakup kebutuhan teknologi dan kemampuan militer yang dinilai relevan untuk menghadapi perubahan lingkungan konflik.

Hegseth menyatakan inisiatif tersebut diarahkan untuk memastikan sistem yang dibutuhkan dalam konflik masa depan dapat dikembangkan dan diterapkan. Namun, sumber tidak merinci jenis teknologi tertentu yang akan menjadi hasil akhir kajian.

Tim Project Meridian diberi waktu 120 hari untuk menyelesaikan pekerjaan dan menyerahkan laporan akhir kepada Pentagon. Laporan itu dijadwalkan terbit pada 28 Januari 2027.

Dokumen hasil kajian akan dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berupa laporan yang dapat diakses publik, sedangkan bagian lainnya akan berbentuk lampiran rahasia. Lampiran tersebut akan memuat informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional dan pertahanan Amerika Serikat.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru