Wednesday, October 14, 2026

Meta Hadirkan Kontrol Orang Tua di WhatsApp untuk Anak

Share

- Advertisement -

Meta memperkenalkan rangkaian fitur kontrol orang tua baru di WhatsApp untuk membantu orang tua dan wali mengatur keamanan serta privasi akun remaja berusia 13 hingga 17 tahun. Fitur tersebut bersifat opsional dan dirancang agar pengaturan penggunaan WhatsApp oleh remaja dapat dikelola dengan lebih terarah.

Melalui pembaruan ini, orang tua tidak hanya dapat memantau sejumlah pilihan privasi, tetapi juga menentukan batasan tertentu yang berlaku pada akun anak. Pengaturan itu mencakup siapa saja yang boleh melihat foto profil remaja serta siapa yang diizinkan menambahkan mereka ke dalam grup WhatsApp.

Pengaturan privasi dan aktivitas grup

WhatsApp juga memberikan kendali atas penggunaan fitur Status dan Saluran (Channels). Dengan pilihan tersebut, orang tua dapat mengatur akses remaja terhadap dua fitur yang memungkinkan pengguna membagikan atau menerima pembaruan di platform.

Untuk mencegah perubahan tanpa persetujuan, orang tua dapat membuat PIN khusus. PIN itu berfungsi mengunci pengaturan yang telah dipilih sehingga remaja tidak dapat mengubahnya tanpa izin dari orang tua atau wali.

Fitur kontrol tersebut juga mencakup pemberitahuan terkait aktivitas grup. Orang tua dapat memilih untuk menerima notifikasi ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup. Mereka juga dapat memperoleh pemberitahuan ketika grup yang diikuti anak mencapai jumlah anggota tertentu.

Dengan adanya pilihan notifikasi itu, orang tua dapat mengetahui perubahan tertentu dalam aktivitas grup anak tanpa harus mengatur seluruh penggunaan WhatsApp secara langsung. Namun, Meta menyatakan fitur kontrol orang tua ini merupakan pilihan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Pembatasan interaksi dengan Meta AI

Selain pengaturan di WhatsApp, Meta memperkenalkan mode “Konten Terbatas” atau “Limited Content” untuk Meta AI. Mode ini memungkinkan orang tua membatasi jenis interaksi yang dapat dilakukan remaja dengan asisten kecerdasan buatan tersebut.

Meta menyebut fitur-fitur itu diperkenalkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan daring bagi remaja. Perusahaan mengaitkannya dengan kebutuhan untuk mengurangi risiko perundungan siber, interaksi yang tidak diinginkan, serta penggunaan platform yang tidak pantas.

Rangkaian pengaturan tersebut menempatkan orang tua dan wali sebagai pihak yang dapat menentukan tingkat perlindungan pada akun remaja, mulai dari visibilitas foto profil, akses ke grup, penggunaan Status dan Saluran, hingga interaksi dengan Meta AI. Sementara itu, perlindungan terhadap perubahan pengaturan dilakukan melalui PIN yang dibuat khusus oleh orang tua.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru