Italia sedang dalam proses menggalang dana untuk memperkenalkan platform digital terintegrasi kecerdasan buatan (AI) bagi dokter keluarga. Platform ini berfungsi sebagai aplikasi komputer yang memungkinkan dokter untuk berinteraksi langsung dengan sistem tersebut. Italia berharap penggunaan AI di sektor kesehatan, terutama layanan kesehatan primer, dapat meningkatkan efisiensi pengobatan dan mendukung praktik klinis dokter.
Berita dari koresponden Kantor Berita Vietnam di Roma, yang mengutip laporan dari surat kabar harian Il Sole 24 Ore, melaporkan bahwa Italia menggunakan dana dari Rencana Ketahanan dan Pemulihan Nasional (PNRR) untuk mengimplementasikan platform teknologi digital terintegrasi AI bagi dokter keluarga. Platform ini berupa aplikasi komputer dengan antarmuka yang ramah pengguna, memungkinkan dokter untuk berkomunikasi langsung dengan sistem.
Dengan alat yang disebut “Mia,” dokter dapat mengajukan pertanyaan dan memperoleh informasi dari basis data medis yang terverifikasi dan bersertifikasi, termasuk panduan pengobatan, prosedur profesional, peraturan hukum, literatur ilmiah, dan alur diagnosis-pengobatan. Tujuannya adalah membantu dokter dalam membuat keputusan yang cepat dan akurat selama pemeriksaan medis dan perawatan.
Saat ini, proyek ini masih dalam tahap awal, dengan sekitar 1.500 dokter keluarga terlibat dalam uji coba di tiga skenario klinis spesifik. Program pelatihan juga direncanakan untuk tahun ini guna meningkatkan keterampilan dalam menggunakan aplikasi AI dan memahami teknologi bagi tim medis.

