Sebuah langkah penting telah diambil oleh Komisi Eropa pada awal tahun 2026, yang berpotensi membatasi atau bahkan melarang penggunaan peralatan Huawei dan ZTE dalam jaringan telekomunikasi. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari amendemen terhadap undang-undang keamanan siber, yang menunjukkan bahwa Huawei, sebagai raksasa teknologi asal China, menghadapi tantangan serius di pasar Eropa. Dengan investasi besar-besaran sejak akhir tahun 2010-an, Huawei berharap untuk memperluas pangsa pasarnya di Eropa, terutama dalam pengembangan teknologi 5G dan peralatan jaringan. Meskipun sempat menjadi produsen ponsel pintar terbesar ketiga di dunia pada tahun 2018, namun pandangan terhadap Huawei mulai berubah ketika Komisi Eropa mengambil keputusan untuk mencari cara untuk mengurangi partisipasi perusahaan tersebut dalam jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut. Alasan di balik langkah ini adalah kekhawatiran Uni Eropa tentang potensi peralatan Huawei digunakan untuk kegiatan spionase atau mengganggu komunikasi. Meskipun tuduhan tersebut seringkali dibantah oleh Huawei, namun langkah-langkah yang diambil oleh UE menunjukkan kekhawatiran yang serius terhadap keterlibatan perusahaan teknologi asal China ini dalam infrastruktur telekomunikasi Eropa.
Share
- Advertisement -
Baca Lainnya

