Para korban bencana hidrometeorologi di Aceh yang terjadi pada bulan November tahun lalu masih harus mengalami Ramadan 2026 di tempat pengungsian karena proses rekonstruksi dan pemulihan pasca bencana masih berlangsung. Di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, warga terdampak tetap semangat melaksanakan salat tarawih berjemaah di musala darurat. Musala darurat ini dibangun karena masjid yang biasa digunakan untuk salat masih tertimbun lumpur, sehingga belum dapat digunakan sepenuhnya.
Wakil Kepala Imam Musala Desa Manyang Cut, Jailani, merasa bersyukur karena musala darurat tersebut telah selesai dibangun sebelum datangnya bulan Ramadan. Musala darurat ini mampu menampung sekitar 50 jemaah baik laki-laki maupun perempuan yang menjalankan salat tarawih dengan khidmat. Meskipun suasana ibadah tampak berbeda dari tahun sebelumnya, kekhusyukan para jemaah tetap terjaga.
Selain di Desa Manyang Cut, warga korban bencana di beberapa wilayah Aceh lainnya seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen hingga Aceh Tengah juga menggunakan musala darurat untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah. Meskipun situasi saat ini masih dalam duka karena musibah bencana, namun semangat untuk menjalankan ibadah tetap terjaga di tengah musibah yang sedang dihadapi.

