Britney Spears telah menjual hak katalog musiknya, mengikuti langkah sejumlah musisi terkenal lainnya. Kesepakatan tersebut dengan Primary Wave telah selesai pada 30 Desember lalu, menurut laporan dari TMZ yang dikutip oleh berbagai media hiburan. Meskipun jumlah transaksi tidak diungkapkan secara publik, kesepakatan ini dianggap “bersejarah”.
Katalog musik yang terjual termasuk lagu-lagu hits Britney Spears seperti “…Baby One More Time”, “Toxic”, “Oops!… I Did It Again”, “Womanizer”, dan “I’m a Slave 4 U”. Menurut Variety, kemungkinan yang dilepas dalam kesepakatan ini adalah hak royalti artisnya, karena hak rekaman musiknya dikelola oleh Sony Music.
Primary Wave dikenal sebagai penerbit musik independen yang mengelola karya-karya musik ikonik dan legendaris. Mereka sebelumnya bekerja sama dengan warisan musisi seperti Prince, Whitney Houston, Bob Marley, dan Ric Ocasek dari The Cars.
Langkah Britney Spears ini mengikuti jejak Justin Bieber, yang pada tahun 2023 menjual hak katalog musiknya ke Hipgnosis Songs Capital dengan nilai sekitar 200 juta dolar AS. Britney sendiri memiliki kredit penulisan lagu pada hampir 40 lagu dalam katalognya, termasuk lagu-lagu seperti “Everytime”, “Me Against the Music”, dan “Work Bitch!”.
Meskipun Britney terakhir merilis album studio “Glory” pada tahun 2016, ia belum kembali ke panggung secara penuh sejak menutup tur “Piece of Me” pada tahun 2018. Ia juga menunda residensi “Domination” di Las Vegas dan menyatakan belum memiliki rencana untuk tampil lagi di Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Dengan penjualan hak katalog musiknya, Britney Spears menjadi bagian dari daftar musisi global yang memilih memonetisasi karya-karya musik mereka melalui kesepakatan besar dengan perusahaan investasi musik.

