Wednesday, January 14, 2026

Musibah Banjir Picu Unggahan Kritis Terhadap Zulhas

Share

- Advertisement -

Sejumlah wilayah di kawasan Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dilanda banjir dan tanah longsor yang menyebabkan korban jiwa berjatuhan serta memutus akses transportasi dan komunikasi masyarakat. Musibah ini mendorong Pemerintah Aceh menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, mulai 28 November hingga 11 Desember 2025, untuk menangani dampak yang meluas. Namun, di tengah upaya penanganan, ruang digital justru ramai memperbincangkan keterkaitan figur Zulkifli Hasan, Menko Pangan saat ini, dengan peristiwa bencana ini.

Di media sosial, muncul berbagai tuduhan yang menyalahkan kebijakan masa lalu, khususnya saat Zulkifli Hasan pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Salah satu postingan yang banyak dibagikan berasal dari akun Instagram Balqis Humaira, yang secara lugas menyebut nama Zulhas dan mengaitkan banjir serta longsor di kampung-kampung dengan keputusan para pejabat mengenai izin dan regulasi kehutanan. Ia menegaskan bahwa penderitaan masyarakat akibat banjir dan longsor terjadi karena keputusan yang diambil oleh pejabat melalui surat izin dan peraturan, yang dianggap melonggarkan perlindungan hutan.

Isu kerusakan lingkungan di Sumatera, terutama deforestasi, memang kerap menjadi sorotan publik selama Zulkifli Hasan menjabat di Kementerian Kehutanan periode 2009–2014. Salah satu contoh yang sering diangkat adalah perubahan drastis Taman Nasional Tesso Nilo di Riau yang dulunya menjadi kawasan hutan kritis, namun sekarang sebagian besar telah berubah menjadi ladang kelapa sawit ilegal. Dalam postingannya, Balqis juga menyesalkan rusaknya kawasan konservasi tersebut, dan menurutnya, dari sekitar 83 ribu hektare hutan yang dulu membentang, kini hanya tersisa jejak masa lalu akibat masuknya sawit ilegal dan merajalelanya perambahan hutan.

Kerusakan hutan yang menghilangkan fungsi penyangga ekosistem dianggap memperparah frekuensi dan tingkat keparahan banjir serta tanah longsor di berbagai wilayah. Tidak sedikit warganet yang mengulas kembali rekaman wawancara dokumenter tahun 2013, ketika aktor Hollywood Harrison Ford mewawancarai Zulkifli Hasan tentang isu lingkungan, khususnya kerusakan hutan di Indonesia. Dalam video tersebut, Harrison Ford bahkan terang-terangan mengkritik pemerintah Indonesia karena dinilai gagal mengendalikan laju deforestasi Tesso Nilo. Video lama itu kini kembali viral di tengah peristiwa bencana yang melanda Sumatera.

Kritik dari masyarakat tak berhenti sampai di situ. Akun-akun seperti @voxnetizens menegaskan bahwa bencana banjir dan longsor yang kini menimpa warga Sumatera tidak semata-mata terjadi karena faktor alam, tetapi akibat aktifnya kebijakan manusia yang membuka jalan bagi kerusakan lingkungan. Mereka menyebutkan bahwa manusia—melalui kebijakan dan legalisasi pembukaan lahan—mendorong terjadinya deforestasi untuk keuntungan korporasi sawit, sehingga bencana lingkungan tidak bisa hanya disalahkan pada alam semata. Wacana di media sosial mengenai hubungan antara keputusan politik masa lalu dan bencana saat ini menunjukkan bahwa publik semakin menuntut akuntabilitas atas pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan

Baca Lainnya

Berita Terbaru