Wednesday, January 14, 2026

Kostrad Turun dalam Misi Simulasi Pengamanan Tambang Liar

Share

- Advertisement -

Langkah tegas kembali diambil pemerintah dalam usaha melindungi kekayaan alam bangsa, dengan pengerahan masif Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada Latihan Terintegrasi 2025 yang berlangsung di wilayah strategis Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 19 November 2025. Kegiatan berskala besar ini melibatkan 68 ribu personel dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta serangkaian latihan serupa dilaksanakan di Morowali tidak lama berselang. Seluruh upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sangat menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal dan potensi ancaman terhadap aset kritis negara.

Presiden Prabowo sebelumnya pernah mengungkapkan keprihatinannya terhadap sekitar 1.000 titik tambang timah ilegal yang tersebar di Bangka Belitung, menyebabkan kerugian negara mencapai 80 persen dari total produksi timah nasional dan berdampak besar pada lingkungan. Tanpa upaya pencegahan yang ketat, praktek-praktek ilegal ini berpotensi menurunkan daya saing Indonesia dan memperparah kerusakan ekosistem.

Di sela-sela latihan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa kehadiran ribuan prajurit beserta alutsista bukanlah sekadar unjuk kekuatan militer, melainkan refleksi komitmen pemerintah dalam menegaskan kedaulatan dan melindungi sumber daya nasional. Ia menyampaikan bahwa kekuatan militer dibutuhkan untuk memastikan seluruh peraturan berlaku efektif, khususnya dalam penanganan eksploitasi sumber daya yang tidak bertanggung jawab. “Kedaulatan tidak cukup hanya diproklamasikan, harus nyata ditegakkan melalui aksi nyata di lapangan,” terang Sjafrie dari salah satu area latihan.

Komitmen ini diperkuat dengan pelaksanaan uji doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di bawah koordinasi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang tidak hanya melibatkan TNI saja, tetapi juga instansi pemerintah lain seperti Kementerian ESDM, Kejaksaan Agung, dan BPKP. Jenderal Agus menegaskan, kini pengamanan kekayaan alam seperti timah, pasir, dan mineral lain sama pentingnya dengan pengamanan wilayah dalam menjaga kedaulatan tanah air. “Kita harus melindungi aset strategis yang menjadi sasaran penambangan liar, baik di Bangka Belitung maupun daerah lain seperti Morowali,” tegasnya.

Langkah pengamanan tersebut ditindaklanjuti dengan perintah presiden untuk memblokir seluruh jalur transportasi hasil tambang ilegal di Pulau Bangka dan Belitung. Presiden menuntut data yang presisi terkait segala arus barang keluar-masuk di kedua pulau tersebut, agar tidak ada lagi komoditas strategis yang luput dari pengawasan negara. Inisiatif pemblokiran ini menjadi pengingat bahwa peran TNI tak hanya menjaga ancaman bersenjata tapi juga mengawal kepentingan ekonomi negara.

Dalam pelaksanaan latihan, para peserta menyaksikan demonstrasi Serangan Udara Langsung (SUL) oleh tiga jet tempur F-16, diikuti aksi penerjunan ratusan pasukan Batalyon Kostrad. Tidak ketinggalan, diselenggarakan simulasi penyergapan ponton ilegal oleh dua kapal perang Angkatan Laut serta operasi perebutan sasaran di area penambangan pasir oleh pasukan khusus TNI. Menteri Pertahanan dan pimpinan TNI juga meninjau secara langsung lokasi penangkapan kapal ponton ilegal dan area galian di Dusun Nadi, yang menunjukkan keseriusan aksi di lapangan.

Pengiriman kekuatan militer dalam skala besar ini menegaskan bahwa pengamanan sumber daya alam tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi menjadi bagian integral dari tugas pertahanan negara. Perlindungan aset bangsa dari eksploitasi liar dianggap sama pentingnya dengan menghadapi ancaman eksternal.

Pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi latihan didasarkan pada pertimbangan strategis dan kekayaan sumber daya alamnya yang sangat rawan dieksploitasi secara ilegal. Hal ini membuktikan komitmen pemerintah untuk menjaga wilayah-wilayah vital agar tidak jatuh ke tangan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melalui kehadiran TNI bersama seluruh komponen penegak hukum dan pemerintah, diharapkan kontrol negara terhadap aset strategis semakin kuat, sekaligus mempertegas kedaulatan Republik Indonesia dalam mengelola potensi kekayaan alamnya.

Sumber: TNI Siap Perang Lawan Mafia Tambang: Latihan Gabungan Besar Di Bangka Belitung Uji Doktrin OMSP
Sumber: TNI Gelar Latihan Gabungan, Kirim Sinyal Perang Ke Mafia Tambang Ilegal

Baca Lainnya

Berita Terbaru