Kebakaran terjadi di asrama Polsek Serpong di seberang SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, Jalan Raya Serpong, pada Rabu (3/9) dan menghanguskan 20 unit rumah. Api berhasil dipadamkan sejak sore hari. Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Inkiriwang, mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan berasal dari satu rumah yang kosong di tengah komplek tersebut. Cuaca panas dan angin kencang saat kejadian membuat api cepat membesar dan merusak 20 rumah.
Upaya pemadaman dilakukan selama sekitar satu jam dengan keterlibatan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Tangerang Selatan, satu unit mobil dari BSD, dan satu unit mobil water cannon dari Polres Tangerang Selatan. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Victor, petugas di lokasi, juga menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak.
Beberapa warga di sekitar lokasi kebakaran juga memberikan kesaksian terkait kejadian tersebut. Salah satunya adalah Andi Kurniawan yang menyebut api pertama kali terjadi pada pukul 14.00 WIB dan diduga disebabkan oleh korsleting listrik di sebuah rumah yang kosong. Proses pemadaman berlangsung selama satu jam dan melibatkan petugas damkar serta bantuan dari warga sekitar. Kepala Damkar Tangsel, Ahmad Dohiri, menjelaskan bahwa 60 personel serta 10 unit mobil damkar dan satu mobil water cannon dari polisi dikerahkan untuk menjinakkan api.
Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang melanda asrama Polsek Serpong tersebut. Para saksi dan warga sekitar juga akan diminta keterangan dalam proses investigasi tersebut. Kabar baiknya, api telah berhasil dipadamkan dan proses pendinginan sedang dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.

