Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Rusdi Hartono menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait peristiwa pembakaran kantor DPRD Sulsel dan Makassar oleh orang tak dikenal yang menewaskan tiga orang staf. “Anda lihat saja nanti hasil dari kami kerja. Anda lihat saja,” kata Rusdi di Makassar. Terkait adanya informasi rencana aksi demonstrasi, Rusdi menegaskan bahwa penyampaian pendapat adalah hak setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap mengikuti aturan yang berlaku. Rusdi menyebut pihaknya menerjunkan 1.323 personel dengan pasukan dari Polrestabes Makassar didukung oleh Polda Sulsel serta TNI. Dia juga mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga kondusivitas serta menghargai hak sesama warga. Lebih lanjut, Rusdi merespons terkait tidak adanya petugas kepolisian berseragam di lapangan saat aksi unjuk rasa pada 29 Agustus kemarin. Polisi juga berkomitmen menuntaskan penyelidikan terkait dalang serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi pembakaran, untuk memastikan peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. Sinergi TNI-Polri bersama seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar. Semua harus berjalan dengan sebaik-baiknya dan warga masyarakat harus saling menghargai hak-haknya. Mudah-mudahan dengan saling menghargai haknya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan bisa berjalan dengan damai.
Share
- Advertisement -
Baca Lainnya

