Tuesday, February 17, 2026

Potensi Buah Muhibah Presiden Prabowo: Rp800 Triliun

Share

- Advertisement -

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office – PCO) menegaskan bahwa diplomasi yang dilakukan ke sejumlah negara telah menghasilkan sejumlah capaian positif. Hal ini dapat dilihat dari adanya memorandum of understanding (MoU) dan nota kesepahaman kerjasama, serta komitmen investasi dari beberapa negara. Philips J Vermonte, Tenaga Ahli Utama PCO, mengungkapkan bahwa terdapat 71 MoU dari 13 negara dan hampir Rp800 triliun komitmen investasi dari empat negara sebagai hasil dari upaya diplomasi Presiden Prabowo. Selain itu, bergabungnya Indonesia dalam organisasi internasional BRICS juga dianggap sebagai langkah tepat dalam membentuk pasar baru dan meningkatkan hubungan ekonomi.

Philips menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia dalam BRICS bukanlah karena alasan anti-Barat atau anti-Amerika, namun lebih sebagai upaya untuk memperluas jaringan hubungan baik dengan negara besar seperti Rusia, China, dan India. Selain itu, Indonesia berhasil menurunkan tarif impor dari Amerika Serikat sebagai hasil dari perundingan yang dilakukan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump. Meskipun demikian, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menekankan bahwa Indonesia terus berupaya untuk terus menurunkan tarif impor tersebut.

Indonesia sendiri memiliki kesepakatan tarif paling rendah di ASEAN, yaitu sebesar 19%. Wamenlu Arif Havas Oegroseno juga menekankan pentingnya melihat fakta dan angka sebelum membuat asumsi dalam diplomasi dagang. Politik luar negeri didasarkan pada kepentingan nasional masing-masing negara, bukan pada emosi atau perasaan. Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak dalam spekulasi dan membesar-besarkan persoalan, namun lebih fokus pada hasil dan statistik yang ada.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru