Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Pasar Pon Trenggalek, Jawa Timur. Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pasar, menciptakan suasana yang lebih nyaman dan modern, serta memperbaiki sistem pelayanan kepada pedagang dan pengunjung pasar.
Anita Listiarini, Pejabat Fungsional Tata Bangunan dan Perumahan Ahli Madya Kementerian PUPR, menjelaskan bahwa revitalisasi dimulai pada tahun 2020. Setelah pasar diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan sistem pengelolaan pasar, pengaturan tata letak, serta menjaga kualitas dan kebersihan fasilitas pendukung seperti toilet, parkir, dan tempat istirahat.
Anita mengungkapkan bahwa bangunan Pasar Pon Trenggalek yang telah direvitalisasi ini memang memiliki tampilan yang ikonik dan megah. Namun, lebih dari itu, bangunan ini juga dilengkapi dengan berbagai organ dan sistem yang menjaganya agar tetap sehat dan memberikan performa yang baik.
Setelah revitalisasi, diharapkan pasar menjadi lebih ramai dengan pengunjung yang bahagia. Anita mengungkapkan bahwa hal ini terkait dengan peran instansi pengelola dalam menjaga kebersihan dan kesehatan pasar. Selain itu, pemerintah juga berharap bahwa dengan kualitas pasar yang meningkat, pasar ini dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke daerah tersebut.
Revitalisasi Pasar Pon Trenggalek merupakan bagian komitmen Kementerian PUPR terhadap pembangunan permukiman dan perkotaan di Indonesia yang sesuai dengan tema Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia (HHD-HKD) Tahun 2023 yaitu “Ekonomi Perkotaan yang Tangguh menuju Permukiman Berkelanjutan untuk Semua”.
Sebagai ungkapan syukur atas selesainya revitalisasi Pasar Pon Trenggalek, pemerintah menyelenggarakan event cooking challenge bertema Pasar Pon Trenggalek Bangkit Bersama PUPR, yang dihadiri oleh Anna, top 7 Master Chef Indonesia. Event ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk datang ke pasar membeli bahan baku untuk memasak. Peserta cooking challenge terdiri dari pengelola pasar, pedagang Pasar Pon, dan PKK desa sekitar Pasar Pon, dengan salah satu syarat yaitu membuat makanan khas Trenggalek.
Acara ini juga menampilkan berbagai resep kreatif dan inovatif yang menggabungkan cita rasa tradisional dengan teknik modern. Kontestan Masterchef juga membagikan tips dan trik memasak kepada pedagang dan pengunjung pasar. Selain cooking challenge, ada juga live mural, wall art, sketsa, dan live music oleh band lokal.

