Wednesday, October 14, 2026

Aplikasi Iblis Tayang Oktober 2026: Cinta Arya Berujung Teror

Share

- Advertisement -

Film horor Aplikasi Iblis dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Karya produksi NIH Pictures ini menempatkan sebuah aplikasi misterius sebagai pintu masuk ke kisah cinta, kehilangan, misteri, aksi, sekaligus teror.

Film tersebut menjadi debut Dimas Anggara sebagai sutradara film horor. Ia mengatakan, Aplikasi Iblis tidak hanya mengandalkan adegan-adegan yang meneror, tetapi juga membangun cerita melalui hubungan Arya dan Laras yang dibalut drama romansa.

“Saya mencoba mengeksplorasi genre horor dengan teror, misteri, action, dengan balutan cerita drama yang hadir lewat kisah romansa Arya dan Laras,” kata Dimas dalam siaran pers NIH Pictures di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Cinta Arya dan Laras Berujung Kehilangan

Junior Roberts memerankan Arya, sementara tokoh Laras dimainkan Dosma Hazenbosch. Keduanya dikisahkan sebagai pasangan yang menghadapi akhir tragis setelah Laras meninggal dunia akibat menjadi korban perampokan.

Kehilangan tersebut membuat Arya berusaha mencari cara untuk kembali terhubung dengan kekasihnya. Upaya itu dilakukan dengan bantuan sebuah aplikasi ponsel yang kemudian membawa Arya ke dalam rangkaian peristiwa misterius dan menegangkan.

Menurut Dimas, rasa cinta dan kehilangan menjadi elemen yang membuat seseorang rentan dimanipulasi. Gagasan tersebut disalurkan melalui kondisi Arya yang masih sangat mencintai Laras setelah kepergian sang kekasih.

Junior Roberts menyebut peran Arya menuntut kesiapan fisik karena karakter tersebut terlibat dalam sejumlah adegan aksi. Pada saat yang sama, ia harus menampilkan kesedihan akibat kehilangan serta menghadapi berbagai situasi yang meneror.

“Karakter Arya membuat aku harus siap fisik untuk action-nya, selain menjiwai kesedihannya, dan banyak adegan yang meneror,” kata Junior.

Horor dan Isu Keamanan Perempuan

Di balik kisah supranaturalnya, film ini juga mengangkat persoalan keamanan perempuan yang bekerja hingga malam. Dosma Hazenbosch menilai nasib Laras mencerminkan risiko yang masih dihadapi perempuan pekerja ketika harus pulang larut malam.

“Ada banyak pekerja perempuan yang pulang malam. Dan ternyata lingkungannya masih belum aman, sampai Laras kehilangan nyawa,” ujar Dosma.

Ia berharap penonton melihat Aplikasi Iblis bukan semata-mata sebagai film horor dengan adegan teror, melainkan juga sebagai pengingat mengenai pentingnya kewaspadaan dan keamanan bagi perempuan yang beraktivitas hingga malam.

“Ini sangat miris dan ku harap juga bisa dilihat bahwa ‘Aplikasi Iblis’ bukan cuma horor yang meneror, tapi juga bisa menjadi awareness untuk kita semua,” katanya.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru