Wednesday, October 14, 2026

Kapal Virgo 8 Hilang Kontak, Keluarga Cari Kabar Korban

Share

- Advertisement -

Keluarga penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 mulai mendatangi Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (13/9), setelah kapal tersebut dilaporkan hilang kontak. Mereka mencari kepastian mengenai kerabat yang diduga berada di kapal saat insiden terjadi.

Untuk melayani keluarga, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jawa Timur membuka posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN). Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jatim juga menyiapkan Posko Ante Mortem sebagai tempat pendataan lebih lanjut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan mengatakan petugas telah memasang daftar manifes penumpang, data Anak Buah Kapal (ABK), serta manifes kendaraan yang diangkut KM Virgo Transport 8. Posko itu sekaligus menjadi tempat pengaduan masyarakat yang anggota keluarganya tercatat atau diduga berada di kapal.

“Posko ini kami dirikan sebagai bagian dari operasi kemanusiaan sekaligus wujud kesiapsiagaan dalam menangani kecelakaan KM Virgo Transport 8,” kata Irwan.

Keluarga mencari kabar kru musik

Di antara keluarga yang datang adalah Fredy Manohoa (48), warga asal Ambon. Ia mencari informasi tentang adik kandungnya, Steviansyah Manohoa (44), yang bekerja sebagai pemain keyboard dalam kru musik kapal tersebut.

Fredy terakhir berkomunikasi dengan Steviansyah pada Jumat (11/9) malam. Adiknya melakukan panggilan video sekitar pukul 18.06 WIB, tetapi Fredy yang sedang bekerja tidak sempat mengangkatnya. Komunikasi kemudian berlanjut melalui pesan singkat.

Dalam pesan terakhir itu, Steviansyah memberi tahu bahwa telepon selulernya rusak dan sedang diperbaiki. Untuk sementara, ia menggunakan perangkat dan nomor baru.

“Kak, ini nomor baru saya, HP saya ada di-service karena rusak. Jadi saya pakai HP baru, kartu baru,” demikian pesan yang diterima Fredy.

Setelah percakapan tersebut, Fredy tidak lagi memperoleh kabar dari adiknya. Ia kembali mencoba menghubungi nomor itu pada Minggu pukul 09.03 WIB, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif.

Dari seorang kenalan di Banjarmasin, Fredy mendengar bahwa beberapa petugas layanan kebersihan dan kantin kapal dikabarkan selamat. Ia juga menerima informasi bahwa kapten dan sejumlah mualim selamat. Namun, belum ada kepastian mengenai empat anggota kru musik, termasuk Steviansyah. Menurut Fredy, tiga anggota kru lainnya bertugas sebagai penyanyi.

“Ya saya berharap ada informasi yang valid lah. Apa pun keadaannya adik saya, saya tetap tunggu,” ujar Fredy.

Petugas mendata keluarga dan penumpang

Sejak dibuka, posko terpadu didatangi sejumlah keluarga yang ingin mencocokkan nama kerabat mereka dengan manifes resmi. Keluarga yang tidak menemukan nama kerabatnya dalam daftar tersebut diarahkan menuju Posko Ante Mortem Bidokkes Polda Jatim untuk menjalani pendataan.

Menurut Irwan, petugas meminta identitas serta nomor kontak keluarga yang dapat dihubungi. Langkah itu diperlukan agar setiap perkembangan pencarian bisa segera disampaikan kepada pihak terkait.

“Kami lakukan pendataan menyeluruh dan meminta nomor kontak keluarga yang bisa dihubungi. Begitu ada perkembangan atau korban ditemukan, kami akan segera mengabari pihak keluarga,” kata Irwan.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru