Basarnas Mengakhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Utara Madura
Jakarta, CNN Indonesia — Badan SAR Nasional (Basarnas) mengakhiri monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari melakukan penyisiran dan pemantauan di perairan utara Pulau Madura, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah tujuh hari sejak insiden kebakaran kapal tersebut.
Monitoring Aktif Diputuskan Setelah Tidak Ditemukan Tanda-tanda Korban
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit PH, menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban yang mungkin masih belum ditemukan. Monitoring aktif dilakukan setelah status operasi SAR berubah menjadi kegiatan pemantauan pada Rabu (5/8).
Selama operasi tersebut, Basarnas mengerahkan personel dan alat utama sistem keselamatan (alutsar) untuk menyisir perairan utara Madura. Penyisiran melalui jalur laut dilakukan menggunakan KN SAR 249 Permadi dan satu unit RIB Pos SAR Sumenep. Sementara pemantauan dari udara menggunakan helikopter Basarnas AW139 HR1301 untuk memperluas cakupan area pencarian.
Dengan berakhirnya monitoring aktif, Kantor SAR Kelas A Surabaya akan menempatkan personel dalam posisi siaga untuk mengantisipasi kondisi kedaruratan lainnya. Sebelumnya, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengalihkan operasi SAR khusus kebakaran KMP Mutiara Sentosa II menjadi operasi kesiapsiagaan setelah 238 korban berhasil terdata dan dievakuasi.
Data Manifes Menunjukkan 238 Korban Terdiri dari Selamat dan Meninggal Dunia
Setelah data manifes disinkronkan antara pihak kesyahbandaran dan operator kapal, diketahui bahwa jumlah korban di atas KMP Mutiara Sentosa II adalah 238 orang. Terdiri atas 233 korban selamat dan lima korban meninggal dunia.
Dari korban selamat, dievakuasi oleh berbagai kapal seperti KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur, KN Permadi, Selaras Mas, KRI Nala, serta KMP Mutiara Ferindo I. Sementara lima korban meninggal dunia dievakuasi oleh KM Meratus Pematang Siantar, KRI Nala, dan KMP Mutiara Ferindo I.

