Friday, July 17, 2026

Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi Bisnis, Transformasi Dipercepat

Share

- Advertisement -

Telkom Selesaikan Restrukturisasi 10 Entitas Anak Usaha di Semester Pertama 2026

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah menuntaskan target restrukturisasi terhadap 10 entitas anak usahanya pada semester pertama 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung aspirasi restrukturisasi BUMN yang diamanatkan oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Restrukturisasi ini merupakan salah satu dari empat pilar strategi transformasi TLKM 30 yang fokus pada penataan portofolio bisnis melalui optimalisasi entitas usaha, harmonisasi tumpang tindih usaha, serta divestasi bisnis non-core. Melalui inisiatif ini, Telkom menciptakan efisiensi operasional dan memperkuat fokus belanja modal pada pengembangan bisnis inti di sektor telekomunikasi dan digital.

Fokus dan Tujuan Restrukturisasi

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menegaskan bahwa restrukturisasi portofolio merupakan langkah strategis untuk membangun organisasi yang lincah dalam menghadapi dinamika industri digital. Telkom bergerak menuju transformasi dari Operating Holding menjadi Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) untuk menciptakan pertumbuhan nilai secara berkelanjutan.

Telkom sebagai HoldCo akan fokus pada pengelolaan portofolio, penguatan tata kelola, penciptaan sinergi, dan optimalisasi nilai antar segmen bisnis. Sementara aktivitas operasional dijalankan oleh OpCo yang difokuskan pada Segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Capaian Hingga Akhir Juni 2026

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan restrukturisasi terhadap 10 entitas melalui berbagai aksi korporasi strategis. Termasuk dalam restrukturisasi adalah divestasi, merger, dan likuidasi untuk menciptakan struktur grup yang lebih ramping, menajamkan peran entitas, dan memperkuat transformasi menuju Strategic Holding.

Selanjutnya, Seno menekankan bahwa restrukturisasi bukan hanya tentang pengurangan jumlah anak usaha, tetapi juga tentang membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru