JAKARTA – Milly Alcock mengungkapkan karakter Supergirl yang dia perankan dalam film “Supergirl: Women of Tomorrow” karya James Gunn.
Dalam wawancaranya dengan media asing, Milly menjelaskan bahwa Supergirl bukanlah seperti Superman yang merupakan pahlawan super yang sempurna dan kuat. Sebaliknya, Supergirl penuh trauma akibat kehancuran planet Krypton.
Supergirl: Sebuah Kisah Trauma
Supergirl, yang memiliki nama Kara Zor-El, adalah karakter yang merasakan langsung kehancuran Krypton, berbeda dengan Superman yang hanya mendengar ceritanya. Kara harus menghadapi beban psikologis akibat kejadian itu, membuatnya lemah dan cenderung melakukan hal-hal tidak terkontrol.
Milly Alcock mengakui bahwa perannya sebagai Supergirl membutuhkan pemahaman akan latar belakang karakter yang penuh dengan trauma akibat kehancuran Krypton. Menurutnya, sutradara James Gunn ingin menghadirkan karakter Supergirl yang berbeda dan menarik.
Perjalanan Supergirl
Supergirl pertama kali muncul dalam komik sebagai “Super-Girl” di Superman #123 pada Agustus 1958, sebelum secara resmi debut dengan nama “Supergirl” (Kara Zor-El) dalam Action Comics #252 pada Mei 1959.
Kara Zor-El merupakan putri dari Zor-El, saudara kandung Jor-El (ayah Superman). Meskipun secara biologis lebih tua dari Superman, Kara tiba di Bumi setelah Clark Kent dewasa sebagai Superman.
Sebagai superhero alien dari Krypton, Supergirl memiliki kekuatan yang hampir identik dengan Superman. Kekuatannya berasal dari penyerapan energi matahari kuning Bumi, memberinya kecepatan, kekuatan, dan kekuatan luar biasa.
Selain kekuatan fisiknya, Supergirl juga memiliki kemampuan penglihatan sinar-X, kemampuan mendengar yang luar biasa, dan kemampuan super bernapas. Ia juga mampu melayang dan terbang hingga luar angkasa dengan kecepatan tinggi.
Dengan latar belakang karakter yang penuh dengan trauma, film “Supergirl: Women of Tomorrow” diarahkan untuk menampilkan sisi gelap dan emosional dari Supergirl yang belum pernah terungkap sebelumnya.

