Sahrul Ramadhan, seorang mahasiswa asal Kecamatan Pagelaran, memiliki visi yang besar dalam mengikuti kontes Mojang Jajaka Cianjur. Awalnya, Sahrul tidak tertarik dengan dunia pageant, namun dorongan dari desainer Teh Salma Destrianda membuka matanya terhadap peluang yang ada. Dukungan dari lingkungan sekitarnya, seperti menjadi Duta Kampus STAI Al-Azhary Cianjur, juga memperkuat keputusannya untuk mendaftar di ajang Mojang Jajaka Cianjur.
Rekam jejak Sahrul dalam prestasi akademik dan non-akademik memberikan keyakinan bahwa ia layak untuk bersaing di panggung Moka. Sebagai seorang yang peduli dengan ketertarikan generasi muda terhadap budaya lokal, Sahrul fokus pada advokasi pengembangan Sumber Daya Manusia agar generasi muda lebih terlibat dalam melestarikan budaya daerahnya.
Dalam menghadapi peluang dan tantangan di tengah modernisasi, Sahrul percaya bahwa penggunaan media sosial dan konten digital dapat membantu menyebarkan nilai-nilai budaya. Ia juga mengakui bahwa mengubah persepsi bahwa budaya adalah sesuatu yang kuno menjadi tantangan utama dalam advokasinya.
Di balik perjalanan Sahrul, ia merasa bersyukur atas dukungan besar yang diterimanya, baik dari keluarga, rekan mahasiswa, maupun teman seperjuangannya. Dukungan ini memotivasinya untuk terus maju dan membawa kebanggaan bagi orang-orang yang percaya padanya. Sahrul berharap agar generasi muda Cianjur dapat bangga dengan budayanya sendiri dan mulai mencintai serta menghargai warisan budaya lokal mereka.

