Bencana tanah bergerak di Pamekasan, Jawa Timur, semakin meluas dan merembet ke pemukiman warga. Bahkan, rumah-rumah warga sampai retak parah akibat bencana tersebut. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi rumah-rumah warga mulai mengalami retak parah. Bukan cuma bangunan, halaman rumah warga juga tampak terbelah dan retak akibat pergerakan tanah. Kekhawatiran rumah ambruk membuat warga berinisiatif menyelamatkan barang-barang penting. Terlihat genteng, perabot rumah tangga, hingga perlengkapan lainnya ditumpuk dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah terangga terdekat. Bahkan, ada juga yang mengungsi ke langgar berbahan kayu demi menghindari risiko yang lebih besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengatakan saat ini petugas piket di Posko Siaga Bencana Hidrometeorologi langsung diterjunkan ke lokasi. Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menegaskan bahwa langkah warga untuk mengungsi sementara sudah sangat tepat guna menghindari risiko yang lebih parah.
Sebelumnya, tanah gerak dan longsor di Desa Sana Daya telah merusak jalan perkampungan hingga tidak dapat dilalui secara normal. Warga diimbau tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi tanah terus gerak. Jika nantinya dibutuhkan tenda pengungsian, BPBD Pamekasan siap menyiapkannya. Penanganan bencana tanah bergerak ini terus dilakukan untuk melindungi warga dan meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut.

