Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyuarakan pentingnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan produktivitas bawang putih nasional melalui penelitian bibit unggul yang sesuai dengan perubahan iklim. Pada acara Solo Investment Festival di Solo, Luhut menegaskan bahwa masalah bawang putih tidak hanya terkait dengan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas bibit yang ditanam oleh petani.
Menurut Luhut, penting bagi perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melakukan penelitian yang lebih fokus terhadap pengembangan bawang putih. Dia menunjuk sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai lembaga akademik yang memiliki kapasitas untuk mendukung riset tersebut.
Luhut juga menyoroti peran UGM dalam fokus riset pertanian yang dapat berdampak langsung pada kebutuhan nasional. Dia bahkan mengungkapkan bahwa telah melakukan penelitian sendiri untuk menyusun varietas baru bawang putih melalui metode genome sequencing di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.
Dengan hasil positif yang ditunjukkan oleh penelitiannya, Luhut berharap bahwa peningkatan produktivitas bawang putih dalam negeri dapat mengurangi impor yang saat ini mencapai nilai yang cukup besar. Dia optimistis bahwa melalui riset yang tepat, Indonesia dapat menghasilkan bibit bawang putih dengan produktivitas yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

