Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa ada ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hilang kontak akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Sumatra Utara, sebanyak 44 unit SPPG belum aktif setelah bencana, sedangkan di Aceh, terdapat sekitar 180 unit yang terdampak. Namun, Dadan belum dapat memastikan apakah ketidakaktifan SPPG ini disebabkan oleh dampak langsung bencana atau hanya gangguan sinyal komunikasi.
Selain unit SPPG, Dadan juga menyebut bahwa relawan dapur juga terdampak bencana ini, meskipun jumlahnya belum terdata. Namun, setelah situasi kembali normal dan memasuki masa rekonstruksi, baru akan diketahui total kerugian dan dampaknya. Di tengah bencana di Sumatra, SPPG yang masih aktif berubah fungsi menjadi dapur umum untuk membantu masyarakat terdampak. Total ada 319 unit di tiga provinsi yang terdampak bencana yang terus beroperasi untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak, balita, dan ibu hamil di lokasi pengungsian.
Sementara SPPG yang tak terdampak bencana atau berada jauh dari lokasi bencana tetap dapat beroperasi dan mendistribusikan MBG seperti biasa. Pelaksanaan kembali MBG di daerah terdampak bencana akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan situasi masing-masing wilayah. Namun, Dadan menekankan bahwa semua sumber daya di daerah bencana dialokasikan untuk menangani pengungsi. Hal ini merupakan bagian dari upaya Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), TNI-Polri, dan Kementerian Sosial untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

