Sebuah penemuan mengejutkan telah dilakukan tentang spesies katak yang langka, yaitu katak “pustular” yang memiliki benjolan-benjolan berwarna cerah. Tidak seperti katak-katak pada umumnya, katak ini memiliki kemampuan melahirkan anak. Meskipun tidak lazim, beberapa amfibi melawan norma dengan melakukan proses melahirkan anak daripada menghasilkan telur yang kemudian berkembang menjadi berudu.
Dr. Mark Scherz, seorang ahli herpetologi dan ahli biologi evolusi dari Museum Sejarah Alam Denmark, menjelaskan bahwa proses pembuahan terjadi di dalam tubuh dan embrio berkembang hingga tahap katak kecil sebelum dilahirkan. Dalam sebuah penelitian, penulis pertama studi tersebut, Christian Thrane, menemukan bahwa ada lebih dari 100 embrio pada satu betina katak ini.
Temuan ini memberikan wawasan baru tentang reproduksi katak dan mengguncang paradigma umum tentang siklus reproduksi amfibi. Adanya spesies katak yang mampu melahirkan ini memberikan informasi berharga bagi dunia ilmiah dan menginspirasi penelitian lebih lanjut dalam bidang biologi evolusi.

