Vino G Bastian, artis terkenal, menjadi pembicara utama dalam Seminar Perfilman Islami yang diadakan dalam Festival Film Santri 2025 di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo. Acara ini diadakan untuk memperingati 100 tahun berdirinya Gontor dan dihadiri oleh santri dari berbagai pesantren di Indonesia. Dalam sesi seminar, Vino menekankan bahwa film bukan hanya hiburan, tetapi juga dapat menjadi media dakwah dan edukasi yang efektif. Dia berbagi pengalaman tentang seni berakting, membentuk karakter, dan menggali emosi dalam dunia perfilman.
Selain Vino G Bastian, acara ini juga melibatkan sinematografer Yudi Datau dan sutradara Archie Hekagery. Mereka menampilkan karya film santri bertema “Indahnya Kehidupan di Pesantren” yang diperlombakan dalam berbagai kategori. Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, memberikan perhatian khusus terhadap Festival Film Santri sebagai bagian dari perayaan 100 tahun Gontor. Menurutnya, film adalah media dakwah yang efektif untuk saat ini dan santri harus dapat berdakwah melalui film juga. KH Hasan Abdullah Sahal menegaskan bahwa festival film ini bukan hanya ajang seni, tetapi juga manifestasi semangat santri untuk berkontribusi dalam peradaban melalui media yang relevan dengan zaman.
Diharapkan para santri dapat mengemas nilai-nilai pesantren dalam bentuk sinema yang menyentuh hati dan menginspirasi masyarakat. Gontor selalu terbuka terhadap inovasi namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam dan keikhlasan. Festival ini menjadi bukti bahwa pesantren bukanlah tempat yang tertutup, melainkan pusat kreativitas dan pembaruan.

