Fayza Putri Safira, seorang mahasiswi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotika, telah menunjukkan bahwa potensi diri tidak terbatas pada satu bidang ilmu saja. Dikenal dengan sebutan Fei, wanita ini berasal dari Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, yang kini fokus pada pengembangan potensi pariwisata desa. Dengan semangat seorang engineer, Fei menggabungkan cerita budaya ke dalam karyanya.
Selain memiliki hobi ekstrem seperti diving, tracking, dan climbing, Fei memiliki beragam prestasi akademis dan non-akademis, termasuk gelar Putri Bumi Siliwangi 2023 dan partisipasi dalam program short course di Universiti of Malaya (UM), UTM, dan SMK Batu Muda Malaysia. Kemampuan analitisnya diuji melalui beberapa kompetisi dan pengalaman riset.
Dalam upayanya untuk memberikan dampak positif pada lingkungan dan meningkatkan keterampilan public speaking, Fei menciptakan advokasi Giri Pesona (Generasi Inovatif untuk Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan). Dengan Giri Pesona, Fei melihat potensi pariwisata Bandung Barat yang belum maksimal tergarap, serta kendala promosi dan manajemen destinasi. Melalui strategi terintegrasi dan kreatif, Fei berusaha menciptakan platform digital West Bandung Tourism untuk mempromosikan destinasi wisata lokal dan UMKM di Bandung Barat.
Konsep GIRI PESONA didasarkan pada enam pilar utama, di antaranya Pemetaan Potensi, Edukasi & Enkulturasi, Sinergi, Optimalisasi Digital, Narasi Budaya, dan Aksi Nyata. Dalam upaya mendigitalisasi dan melestarikan budaya lokal, Fei mendorong optimalisasi digital dan produksi konten narasi budaya. Meskipun menyeimbangkan antara studi dan perannya sebagai Mojang Jajaka Bandung Barat menantang, Fei melihat kesempatan ini sebagai peluang untuk berinovasi dan memberikan dampak positif pada promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Bandung Barat.
Dengan keyakinan bahwa “Progress is impossible without change, great things never came from comfort zone,” Fei terus menjunjung tinggi tekadnya untuk mendorong perubahan melalui advokasi digital ini.

