Eiger akan segera merilis film dokumenter berjudul “Tebing, Tuhan dan Aku”, yang mengisahkan kisah heroik Harry Suliztiarto dan Mamay S Salim, dua pendaki Indonesia yang berhasil menaklukkan gunung Eiger di Swiss. Keberhasilan mereka membentuk komunitas panjat tebing di Indonesia. Film ini memperlihatkan perjalanan pendakian yang menantang dan berbahaya di gunung Eiger, dengan sudut pandang yang berbeda tentang petualangan panjat tebing. Sutradara Dini Aristya berharap film ini dapat menginspirasi generasi baru tentang kegigihan dan semangat untuk mencapai tujuan. Tayangan film ini dijadwalkan pada Oktober 2025.
Gunung Eiger terletak di Swiss, dengan ketinggian sekitar 3.970 meter dan memiliki dinding batu dan es setinggi sekitar 1.800 meter yang sangat ekstrem. Gunung yang merupakan salah satu puncak tertinggi di Swiss ini memiliki sejarah panjang dalam dunia pendakian, mulai dari penaklukan pertama oleh Charles Barrington pada tahun 1858 hingga menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik Swiss. UNESCO juga menetapkan Gunung Eiger sebagai warisan dunia pada tahun 2001. Film “Tebing, Tuhan dan Aku” akan menjadi tambahan yang menarik bagi yang menyukai cerita tentang keberanian dan semangat petualangan. Sudah siap menyaksikan kisahnya?

