Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), menolak untuk memberikan banyak komentar tentang pemecatan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi, dari jabatan Menteri Koperasi oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Menurut Jokowi, Budi Arie belum berkomunikasi dengannya sejak terkena reshuffle dari jabatan Menkop. Meskipun begitu, Jokowi menyatakan bahwa mungkin akan bertemu dengan Budi Arie dalam waktu dekat.
Jokowi menjelaskan bahwa reshuffle merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai presiden. Dia menegaskan bahwa sebagai presiden, Prabowo berhak melakukan perombakan kabinet tanpa harus meminta pertimbangan dari pihak lain. Pada Senin lalu, Prabowo melakukan reshuffle terhadap lima menteri kabinet Merah Putih, termasuk menggantikan Budi Arie dengan wakilnya, Ferry Juliantono. Selain itu, beberapa menteri lainnya juga digantikan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan.
Meskipun Prabowo tidak meminta persetujuan atau masukan dari Jokowi sebelum melakukan reshuffle, Jokowi menyatakan bahwa ini merupakan hak prerogatif presiden yang harus dihormati. Sebagai presiden, Jokowi tidak ingin ikut campur dalam keputusan yang telah diambil Prabowo terkait dengan pergantian menteri. Meski begitu, Jokowi menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan Budi Arie untuk membicarakan situasi yang terjadi.

