Thursday, March 5, 2026

Pentingnya Kolaborasi Nasional–Lokal–Swasta untuk Program MBG

Share

- Advertisement -

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), membagikan wawasan kunci dengan pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto selama acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Rabu (30 Juli). Tidak hanya Hasan hadir, tapi juga Muhamad Isra Ramli, Deputi I Bidang Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN); dan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang berjudul “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” ini diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air). Forum tersebut juga dihadiri oleh beberapa pemimpin daerah, termasuk: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, bersama dengan pejabat setempat dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan pandangan di semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan implementasi yang lancar dan terkoordinasi dari program-program prioritas nasional. “Kita harus memastikan keselarasan, terutama antara pemerintah pusat dan daerah, agar kita dapat bergerak maju bersama. Pemahaman bersama adalah kunci,” ujarnya. Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo bukanlah hasil improvisasi tetapi berdasarkan perencanaan jangka panjang—banyak ide yang diuraikan dalam sebuah buku yang ditulis Prabowo lebih dari sepuluh tahun yang lalu, yang sekarang menjadi dasar program-program pemerintah. Salah satu inisiatif unggulannya adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan Hasan sebagai hasil visi jangka panjang yang dipikirkan. Dia mencatat bahwa program serupa sudah diterapkan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang dapat diamati 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan mendesak semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program ini. “Pemerintah pusat menyediakan regulasi dan pendanaan. Pemerintah daerah membangun dapur-dapur. Sektor swasta juga dipersilakan untuk berpartisipasi,” tegasnya. Forum tersebut juga berfungsi sebagai platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan nyata di lapangan. Hasan juga mengingatkan peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan hati-hati. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan sama pentingnya—harus enak. “Jika makanan tidak enak dan tidak dimakan, tujuan tidak tercapai. Itulah mengapa saya katakan: jika makanan tidak enak, beri umpan balik. Itu akan sayang jika akhirnya dibuang,” katanya.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru