Thursday, July 16, 2026

Penyebab Kematian Diplomat Kemlu: GERD dan Kolesterol

Share

- Advertisement -

Pada Kamis, 10 Juli 2025, polisi terus menyelidiki penyebab kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Menteng, Jakarta Pusat. Polisi mengungkap bahwa Arya memiliki riwayat penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan kolesterol. Menurut Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Polisi Sigit Karyono, hal ini terungkap setelah pemeriksaan terhadap beberapa saksi, termasuk istri korban.

Meskipun GERD dan kolesterol dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat ditangani, polisi tidak mengabaikannya. Informasi mengenai riwayat medis Arya tersebut akan dipertimbangkan bersama hasil autopsi dan pemeriksaan forensik toksikologi untuk memastikan apakah kedua penyakit tersebut memiliki peran dalam kematian Arya. Saat ini, hasil autopsi dari jenazah Arya masih dalam proses dan pemeriksaan tambahan seperti histopatologi dan toksikologi juga sedang dilakukan.

Pada Selasa, 8 Juli 2025, warga di kawasan Menteng dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria di sebuah rumah kos di Jalan Gondangdia Kecil. Kepala korban ditemukan terbungkus solasi, yang mengejutkan penduduk setempat. Kapolsek Metro Menteng, Komisaris Polisi Rezha Rahandhi, membenarkan penemuan mayat tersebut. Sampai saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian diplomat muda tersebut.

Misteri seputar kematian Arya Daru Pangayunan semakin menjadi sorotan karena kamar tempatnya tewas menggunakan sistem smart lock. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang siapa yang memiliki akses ke kamar tersebut. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap bagaimana kejadian tragis ini terjadi.

Source link

Baca Lainnya

Berita Terbaru