Persija Jakarta menghadapi sanksi dari FIFA, Manajemen Ambil Langkah Cepat
Pemain sepakbola Persija Jakarta, Marko Simic, menunduk sambil memegang jaring gawang setelah gagal mencetak gol melawan Madura United dalam pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (22/2/2024). Madura United berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 1-0.
Persija Jakarta tidak akan tinggal diam dalam menghadapi sanksi dari FIFA berupa larangan merekrut pemain selama tiga periode bursa transfer. Beberapa waktu lalu, badan sepak bola dunia tersebut memberikan sanksi kepada Persija Jakarta serta empat klub Indonesia lainnya, yaitu Persikab Kabupaten Bandung, Persiraja Banda Aceh, SADA Sumut FC, dan Persiwa Wamena. Meskipun demikian, klub Macan Kemayoran menyatakan bahwa mereka akan segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Direktur Utama Persija, Ambono Janurianto, memastikan bahwa timnya tidak akan mengalami sanksi embargo transfer. Menurut Ambono, ancaman sanksi tersebut muncul karena ada keterlambatan Persija dalam menyelesaikan kewajiban saat merekrut pemain baru di awal musim ini. Persija akan bekerjasama dengan klub asal pemain tersebut untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, Ambono tidak menyebutkan secara spesifik pemain mana yang dimaksud.
“Kami akan menyelesaikan kewajiban dengan klub terkait dalam waktu dekat sebelum bursa transfer baru dibuka,” kata Ambono dalam pernyataannya, Rabu (3/4/2024). Sanksi untuk Persija mulai berlaku sejak 26 Januari 2024 dan jika mengikuti durasi sanksi tersebut, maka Persija tidak akan bisa merekrut pemain di musim baru. Meskipun begitu, Ambono berharap bahwa larangan tersebut segera dicabut setelah semua kewajiban diselesaikan.

