Kekejaman pasukan elite Brigade Golani Israel telah terkenal sejak negara Zionis tersebut didirikan. Pada tahun 1948, militer Israel yang baru dibentuk melaksanakan Operasi Hiram sebagai bagian dari pembersihan etnis Arab Palestina. Operasi ini diperintahkan oleh David Ben-Gurion untuk membersihkan wilayah Galilea dari pemukiman Arab menjelang pembentukan negara Israel.
Operasi tersebut dilakukan pada malam 28-29 Oktober 1948 dengan melibatkan Brigade Golani dan beberapa brigade lainnya. Sejumlah pembantaian terjadi selama operasi ini, termasuk di desa Eliabun yang dihuni oleh umat Kristiani Palestina. Setelah pertempuran di desa tersebut, pasukan Israel memasuki desa dan melakukan pembunuhan massal terhadap penduduknya.
Sejak itu, Brigade Golani terus berpartisipasi dalam berbagai perang dan operasi militer di Israel and Wilayah Palestina, seperti Perang Enam Hari, Perang Yom Kippur, dan Operasi Cast Lead. Namun, pada tahun 2023, brigade ini mengalami kerugian besar dalam serangan oleh kelompok Hamas di Gaza, dengan puluhan tentara tewas dan terluka.
Brigade Golani masih aktif dan terdiri dari tiga batalyon infanteri, satu batalyon pengintai, dan unit operasi khusus. Namun, citra kekejaman mereka tercoreng setelah serangan di Gaza yang mengakibatkan kerugian besar bagi brigade tersebut.

