Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Ahmad Muzani, menuduh bahwa calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dengan sengaja mengambil keuntungan dari kematian remaja bernama Harun Al Rasyid untuk mendapat kesimpati publik. Pada debat capres, Anies menghadirkan orang tua Harun dan mengatakan bahwa remaja itu meninggal karena mendukung Prabowo dalam Pilpres 2019.
Muzani menjelaskan bahwa orang tua Harun sebenarnya sudah memberikan penjelasan tak lama setelah anaknya meninggal dunia. Mereka menyatakan bahwa Harun meninggal saat berusia 15 tahun karena pergi menonton kerusuhan yang memprotes hasil Pilpres 2019 di Slipi, Jakarta Barat, dan ditembak oleh orang tak dikenal.
Muzani menegaskan bahwa Harun bukanlah pemilih, pendukung, atau simpatisan Prabowo, melainkan sebagai korban dalam usia yang masih sangat muda. Ia menilai bahwa Anies sengaja mengeksploitasi kematian Harun hanya untuk menyerang Prabowo demi keuntungan politik.
Muzani juga menyatakan bahwa tidak ada kejelasan terkait kasus kematian Harun, serta membantah tudingan Anies terkait praktik diskriminasi hukum di Indonesia. Menurutnya, tim pemenangan Prabowo pada Pilpres 2019 telah menangani semua persoalan hukum yang muncul.
Dalam debat capres perdana di Kantor KPU RI, Anies mengkritik praktik diskriminasi hukum di Indonesia dengan menjadikan kasus kematian Harun sebagai contohnya. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada kejelasan terkait kasus tersebut.

