REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti hadir di acara peluncuran Modul Proyek Muatan Jaminan Sosial pada Kurikulum Pendidikan Nasional Tahun 2023 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Senin (11/12). Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menguatkan komitmen semua pihak terhadap penerapan modul ini dalam pembelajaran sehari-hari. “Tujuan utama modul ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya jaminan sosial di dunia pendidikan. Penyusunan Modul Muatan Jaminan Sosial ini merupakan langkah awal dalam menciptakan masyarakat yang lebih aware dan berkelanjutan sejak dini,” tutur Ghufron. Ghufron berharap bahwa melalui modul ini, akan terbentuk generasi penerus yang lebih sadar akan pentingnya program jaminan sosial. Ia juga menyampaikan bahwa melalui generasi yang paham akan jaminan sosial, maka mampu mengajak partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan ekosistem jaminan sosial yang berkualitas demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Ghufron menambahkan bahwa Program JKN merupakan program strategis negara dan dalam pelaksanaannya perlu dukungan dari masyarakat.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Agus Suprapto menyoroti rendahnya literasi terkait asuransi sosial di Indonesia. Dengan adanya modul ini, diharapkan pemahaman mengenai jaminan sosial akan lebih merata di kalangan masyarakat, baik itu terkait kesehatan maupun ketenagakerjaan.
Ketua Komisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi DJSN, Muttaqien, menegaskan bahwa modul ini pertama kali diarahkan pada sekolah menengah atas dan akan dikembangkan hingga tingkat perguruan tinggi. Penerapannya secara nasional direncanakan pada tahun 2027.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan Koordinator Advokasi BPJS Watch. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan modul ini sebagai langkah nyata dalam mendorong pemahaman yang lebih luas dan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial di kalangan generasi masa depan Indonesia.

