Saturday, August 8, 2026

Tersebarnya Suara NU di Sejumlah Partai dan Banyak Calon Presiden

Share

- Advertisement -

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil, mengatakan bahwa peta suara warga NU terhadap tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dalam survei terbaru menunjukkan hal yang wajar bagi NU. Menurut Gus Ulil, suara NU memang sudah sejak lama tersebar dan tidak terarah hanya kepada kelompok tertentu.

“Memang suara NU kan dari dulu tersebar ya. Tersebar di banyak partai dan di banyak calon-calon presiden. Jadi memang begitu. Ini natural saja. Suara NU itu sama dengan suara bangsa Indonesia, tersebar di mana-mana. Kyainya juga begitu, tersebar di mana-mana,” ujar Gus Ulil ketika ditemui di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

Gus Ulil juga mengatakan bahwa PBNU sebagai lembaga resmi tidak akan memerintahkan suara warganya. Karena PBNU bukan kontestan politik, maka PBNU tidak memiliki kapasitas untuk mengarahkan suara kepada kelompok tertentu. Oleh karena itu, setiap warga NU memiliki suara yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya.

“PBNU bukan partai politik karena itu tidak memiliki kapasitas untuk mengarahkan suara ke kelompok tertentu. Masing-masing warga NU punya suara yang berbeda-beda,” jelas Gus Ulil.

Gus Ulil menambahkan bahwa PBNU memiliki panduan berpolitik yang dirumuskan dalam Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Yogyakarta, pada 1989. Panduan tersebut berisi sembilan pedoman, salah satunya adalah memungkinkan adanya perbedaan aspirasi politik di antara warga NU dengan menggunakan cara yang berakhlak dan menghargai pilihan masing-masing.

“Salah satunya adalah perbedaan aspirasi politik di antara warga NU itu dimungkinkan, tapi tidak boleh dilakukan dengan cara yang tidak berakhlak. Harus berakhlak, tawadhu, dan menghargai pilihan masing-masing,” kata Gus Ulil.

Baca Lainnya

Berita Terbaru