Monday, April 13, 2026

Pengamat Membuktikan Bahwa Gibran Bukan Hanya Magnet Baru, Tapi Juga Berdampak pada Perubahan Peta Politik Nasional.

Share

- Advertisement -

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden RI Joko Widodo dan Wali Kota Surakarta, telah menjadi magnet baru dan mengubah peta politik nasional. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik serta peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdus Salam. Menurutnya, keputusan Partai Golkar dalam mendukung Gibran sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) merupakan kejutan yang tidak terduga dan mengagetkan.

Pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, pada Sabtu (21/10/2023), diberikan surat keputusan (SK) rekomendasi untuk memilih Gibran sebagai cawapres. Langkah cerdas Partai Golkar ini kemudian diikuti oleh partai lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM). Bahkan, Ketua Umum Partai Gerindra dan bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Gibran akan menjadi cawapres dari Koalisi Indonesia Maju untuk Pilpres 2024.

Surokim menilai bahwa Gibran sebelumnya masih termasuk politikus level tengah atau kepala daerah yang belum memiliki tingkat nasional. Ia menyebut bahwa keputusan semua pihak dalam berbondong-bondong mendukung Gibran mungkin dikarenakan mereka menginginkan efek Jokowi. Menurutnya, faktor ini merupakan alasan dominan yang dapat dipahami. Namun, Surokim juga menegaskan bahwa posisi istimewa yang dipegang oleh Gibran juga memiliki risiko dan tantangan yang harus dijawab dan dibuktikan.

Secara elektoral, Surokim berpendapat bahwa faktor Jokowi dapat menjadi penggerak yang kuat. Dengan demikian, Gibran Rakabuming Raka telah menjadi magnet yang menarik perhatian dan mengubah peta politik nasional.

Sumber: Antara

Baca Lainnya

Berita Terbaru