Monday, April 13, 2026

Komunitas SS2TAK Memberikan Tanggapan Mengenai Penggantian Jalur Sepeda di Jakarta dengan Stick Cone Mata Kucing

Share

- Advertisement -

Anggota komunitas sepeda SS2TAK, Totok, mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta untuk mengganti stick cone di jalur sepeda dengan mata kucing. Menurutnya, saat bersepeda di malam hari atau night ride, mata kucing lebih aman digunakan daripada stick cone. Totok menyebut bahwa stick cone biasanya hanya membantu pesepeda, namun untuk pengendara sepeda motor menjadi risih.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melakukan evaluasi terhadap jalur sepeda dan memutuskan untuk mengganti stick cone dengan mata kucing. Heru menyampaikan bahwa kebijakan ini dilakukan demi keamanan dan bukan untuk menghapus jalur sepeda.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menerima laporan dari Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, tentang pencabutan stick cone di 13 ruas jalan di Jakarta karena sudah rusak. Hal ini dikarenakan banyak mobil yang tidak melihat stick cone sehingga merusaknya.

Pemprov DKI Jakarta berencana untuk mengganti stick cone dengan mata kucing agar tidak mengganggu keselamatan pengemudi maupun pesepeda. Selain itu, anggota komunitas sepeda SS2TAK, Imam, meminta agar jalur sepeda tidak dihapus. Imam menyarankan agar pengguna motor atau mobil dapat menggunakan jalur sepeda di luar hari libur untuk menghindari kemacetan.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan adanya jalur sepeda sepanjang 535,68 kilometer pada tahun 2026. Jalur sepeda tersebut akan dilengkapi dengan tiang kerucut atau stick cone, markah jalan, dan jalur di atas trotoar.

Baca Lainnya

Berita Terbaru